Status Facebook Ibnu Rachal Farhansyah menghina Nyepi


Status Facebook Ibnu Rachal Farhansyah menghina Nyepi

Status Facebook Ibnu Rachal Farhansyah  melukai hati umat hindu di Bali, Status  Facebook nya menuai protes keras mirip Status Facebook Evan Brimob beberapa waktu lalu. Dalam akun Facebook nya Ibnu Rachal Farhansyah menulis “nyepi sepi sehari kaya tai.”

Status Facebook Ibnu Rachal Farhansyah menghina Nyepi

Status Facebook Ibnu Rachal Farhansyah menghina Nyepi

Ibnu akhirnya menuliskan status terbaru yang menyatakan permintaan maaf kepada seluruh masyarakat Bali, khususnya yang beragama Hindu, atas pernyataan kasarnya tersebut.

Walau sudah minta maaf dalam status terbarunya, akan tetapi reaksi keras terus berumunculan, beberapa Group Facebook dibuat untuk menghujat Ibnu. Salahsatu Group malah menggalang dukungan untuk mengusir Ibnu dari Pulau Bali.

Saya membaca berita ini di Bandara, menunggu pesawat menuju Bangka, sambil memperhatikan teman-teman Blogger yang sedang bertarung di halaman muka Google untuk keyword “Bekasi Bersih Partisipasi Blogger“. Saya sendiri termasuk orang yang agak  ringan mulut alias agak ember dalam memberikan komentar, kasus Ibnu Rachal mengingatkan saya agar lebih berhati-hati dalam berbicara, apalagi saya seorang Blogger yang sering menulis di dunia maya. Bisa repot kalau saya harus diusir dari jakarta, atau diusir dari pulau Bali.

Tablet Murah, Gadget Review Gadget Review

Related posts:

Kenapa warga Ubud Bali mesti minta uang pada Julia Roberts? sudah sebegitu miskinkah bangsa ini?
Live Blogging Contest , SEO and the benefits for me as a marketer
Google PR Update

22 Comments

  1. Estiko says:

    Seperti pepatah, mulutmu adalah harimaumu. Oleh karena itu, kita harus menjaga etika dalam berbicara. Baik itu melalui status FB, serta social network yang lain, hingga kita berbicara secara langsung. Tidak semua orang akan mendukung kita. Jika terjadi kasus seperti Ibnu Rachal, maka bukan hanya dia sendiri yang kena imbasnya. Keluarga dan juga orang-orang yang dekat dengannya juga terkena imbasnya

  2. ketika sedang gencar2nya membangun semangat pluralisme dan tolerani, kenapa masih ada juga facebooker yang menyuarakan semangat sektarian? doh!

Leave a Comment

Trackbacks